Kisah perjalanan Master Riyanto
Network Optimization
May 18, 2008 by riyantoro
Dulu sejak magang di XL, ada idealisme tinggi untuk menjadi seorang Network Optimization Engineer suatu saat nanti. Rasanya suatu kebanggaan dan tantangan tersendiri ketika menyandang titel sebagai orang Optim gak peduli untuk GSM ato 3G, bahkan kalo bisa keduanya why not?
Memang aku sempet merintis jalan ke sana lewat RF Engineer, tapi apa daya sekarang terdampar jadi BSS Enginner. Yach, at least masih di bidang telekomunikasi dan masih bisa belajar optimasi jaringan telekomunikasi nirkabel GSM.
Well, awal cerita aku lagi ada case untuk menyelidiki penurunan nilai CSR(CSSR) dan CCR(CCSR) pada jaringan GSM. Kedua nilai parameter itu cenderung menurun dalam beberapa minggu ini, dan menjadi tugasku untuk mengamati dan menemukan problem, kenapa nilainya jelek? Ada beberapa faktor yang biasanya berpengaruh langsung pada besar kecilnya nilai parameter tersebut ketika kita melakukan measurement/pengukuran di MSC kita.
CSR ato biasa disebut CSSR adalah kependekan kata dari Call Setup Success Rate. Nilai ini digunakan untuk mengukur tingkat availability jaringan dalam memberikan pelayanan baik berupa pangglan voice maupun untuk trafik sms dan video call. Jaringan yang baik mampu memberikan kanal kapanpun pelanggan hendak melakukan panggilan, tidak peduli siang maupun malam, gak peduli jam sibuk maupun jam tidur hehehe. Nah dengan mengukur nilai CSR ini kita bisa tau seberapa handal jaringan kita dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Biasanya nilai yang diukur dalam persen sehingga nilai yang paling baik adalah 100%
Bagaimana cara untuk menghitung CSSR? Beberapa metode ditentukan tergantung kebutuhan dan tingkat akurasi yang diinginkan. Rumus yang biasa aku gunakan adalah jumlah call attempt – block call dibagi dengan jumlah call attempt dikalikan dengan 100%. Jangan bingung yach, aku mau bikin formula di wordress ini masih bingung n lagi males utak-atik je. :D
Berikutnya adalah CCR, Call Completion Success Rate yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kualitas jaringan dalam meng-handle trafik pembicaraan maupun sms. Jika CSSR digunakan untuk mengukur kualitas jaringan dalam memberikan pelayanan, dalam kata lain membuka jalan untuk komunikasi, maka CCSR adalah parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas jaringan untuk mengelola dan menjaga agar pembicaraan tidak jatuh dan putus begitu saja alias tut..tut..tut ketika kita sedang bertelepon ria dengan pacar kita :D
CCR bisa dihitung dengan rumusan hasil pengurangan jumlah call establish dikurangi jumlah dropped call dibagi dengan call establish dikalikan dengan 100%. Nah dapet dech angka dalam kisaran 0 – 100% yang menunjukkan kualitas jaringan kita. Biasanya tiap perusahaan menentukan target nilai CSSR dan CCSR yang berbeda-beda, tapi semua pengen 100% sih.
Nah, apa sih faktor2 yang menentukan nilai CSSR dan CCSR nilainya naik atau malahan turun? Hmm mari kita renungkan bersama-sama, aku juga sambil mikir nih soalnya lagi cenut-cenut juga :D
Kalo secara logika yang berpengaruh pada nilai CSSR adalah kapasitas sistem, bener khan? Coba kalo kita punya roti 10 potong, tentu hanya 10 orang saja yang akan menikmati, dengan catatan satu roti hanya untuk satu orang donk. Kalo misalnya ada 12 orang yang pengen makan roti, terpaksa dech 2 orang harus diTOLAK, nah dalam dunia telekomunikasi ada opsi untuk menolak langsung alias blocked call, atau menahan dia sebentar sampai ada roti atau kanal baru yang siap digunakan. Nah terkait dengan kapasitas sistem inipun dalam jaringan telekomunikasi tidak hanya terkait dengan kapasitas sistem milik operator bersangkutan. Misal operator A memiliki kapasitas gede trus pelanggannya melakukan panggilan tetapi ke nomor operator lain yang notabene kapasitas trunk ke jaringan operator lain itu kecil, jadi dech bottleneck dan panggilan pelanggan itu DITOLAK lagi. Ternyata kapasitas sistem milik jaringan operator lain berpengaruh juga khan? Tapi apa kata pelanggan? Mereka gak tau dan gak mau tau, yang disalahin ya operator yang dia gunakan hehehe
Selain soal kapasitas sistem, bisa juga kesalahan atau problem ada di perangkat BTS milik operator. Misal BTS A tidak mengindikasikan adanya alarm bahwa salah satu perangkat/modulnya bermasalah dalam menangani trafik tetapi ternyata pas ada call originating dia gak bisa meng-handle. Itu akan berpengaruh pada nilai CSSR karena masuk dalam hitungan call attempt yang gagal untuk mencapai fase call setup dan call establish.
Wah, koq uraiannya jadi banyak yach, padahal belum mengena sampai ke inti permasalahan. Besok lanjut lagi dech.
About these ads
Related
It's about Network Capacity..
In "Telekomunikasi"
Sekilas Teknologi GSM (cont'd)
In "Telekomunikasi"
Berkarir di Dunia Telekomunikasi
In "Tips"
Posted in Telekomunikasi | 77 Comments
77 Responses
on June 11, 2008 at 11:21 am | Replypramudya
mas, untuk menghitung CSSR melalui repgen pada tems, call attempt retry diikutkan jadi perhitungan gak ? (jadi Call Setup Success/Call Attempt+Call Attempt retry)
on June 12, 2008 at 8:58 am | Replyriyantoro
CSSR
=(Call setups-blocked calls)/call setups * 100%
on July 10, 2008 at 2:21 pm | Replyrizkykurnia
hmm…menurut saya CSSR = (1-SDCCH block)*(1-SDDCH drop)*(1-TCH block)*(1-TCH drop) sedangkan kalo untuk pengukuran di TEMS call attempt retry kadang ada yang memasukkan kadang ada yang tidak…contoh operator yang memasukkan perhitungan call attempt retry itu indosat.
on August 6, 2008 at 5:03 pm | ReplyAlfin
semoga ada yg mau sharing license actix :(
aku ada crack pathloss di http://sinauonline.50webs.com/Download%20Area.html
on August 5, 2009 at 2:45 pm | Replydsatech
aku ada mas actic,tp gk free..tp murah kok,bs japri klo berminat ke adiaksa18@yahoo.com
on October 24, 2008 at 3:44 pm | Replyaditz
wah sama ni.. akibat magang di xl,saia juga pengen jadi network optim ^^
bekal2x yang kudu disiapin ap aja ya mas?? trims2x..
on November 20, 2008 at 5:03 pm | Replysari
Mas mo nanya kalo misal CSSR rendah di sebabkan karena Immediate assign success rate nya rendah, TCH assign success nya OK dan SDCCH drop rate nya rendah juga.
Kira2 penyebabnya apa ya??
Apa…. karena interference atau apa gtu
Maklum mas newbie di telekomunikasi
Ada web yang buat belajar ttg performansi network ga siy?? Atau buku nya apa ya???
on August 5, 2014 at 11:24 am | Replyriki
HI,Sari,,, Maaf nama lengkap kamu wulan sari soendoro yah?
on December 12, 2008 at 10:52 am | Replydiana
As…
pengen juga kerja bagia optim, baru magang juga b di optim XL,…
tp cewek bs g y b…
soalna waktu kp g da yang cewek staffna….
—-^_^—-
on December 12, 2008 at 12:09 pm | Replyriyantoro
gak masalah koq..
gak ada gender gitu di dunia optim hehe
Percaya dech, cewek punya kelebihan lebih rajin daripada cowok
Yang penting ada kemauan untuk belajar ajah
Ayo semangat..
on December 13, 2008 at 1:07 pm | Replytata
mz salam kenal..
mo nanya nich mz. selain dgn penambahan DCS 1800 untuk mengatasi kapasitas, optimasi kapasitas untuk mengatasi drop call pd jam sibuk dgn ap y mz? parameter-parameter yang perlu diperhitungkan&diperhatikan p ja y.
maturnuwun sebelumnya :-)
on December 13, 2008 at 5:39 pm | Replyriyantoro
Biasanya kapasitas masih bisa ditambah dengan mengaktifkan halfrate, jadi kanal yang dipake dibagi 2, 1 kanal dipake berdua..
Kalo Fullrate khan 1 kanal 1 pelanggan gitu
Tapi emang kapasitas itu yang utama, lebih bagus lagi kalo ada traffic sharing dengan BTS sebelah..
Bisa juga kita menggunakan sistem antrian, panggilan yang masuk namun tidak mendapatkan kanal tidak langsung ditolak namun kita tampung dulu beberapa saat sampai ada kanal yang idle dan bisa dipakai..
Gitu dech
Ada yang bisa membantu sharing? :)
on December 22, 2008 at 6:52 pm | Replyomar
malm bang…
ini saya baru di dunia telco..
yang saya mo tanya hal yang berpengaruh dengan CSSR itu KAPASITAS SISTEM tapi apakah kondisi dari sebuah intalasi berpengaruh….
thank
omar
on December 22, 2008 at 6:56 pm | Replyomar
oh ya satu lagi… apakah yang blokedcall itu bisa kita kontrol… karena ada satu kasus waktu saya ngejalanin project DT setelah dilihat index statisticnya ada 1 kondisi blokedcall dan akhirnya saya di suruh ulang u/ pengambilan sample…
maaf ya kalo pertanyaanya sangat cupu….
maklum newbie neehhh
thank again
omar
on December 24, 2008 at 9:59 am | Replyabdi
salah tu mas..
CSSR tu g da hub ma blk kol..
CSSR = (Call Establish / Call Attempt) x 100%
on December 26, 2008 at 7:14 am | Replyriyantoro
Saia khan udah bilang , tiap operator ada sedikit perbedaan..
CMIIW
on January 5, 2009 at 3:20 pm | Replytata
met sore mz
maf mz.
mz punya punya materi traffic sharing dengan bts sebelah g?
kalo ada bisa dikirim ke email sy
maturnuwun
on January 6, 2009 at 4:39 pm | ReplyD3D7
Call Establish = Call Attempt-Block Call
Jd maksudnya y sama aj
on January 9, 2009 at 1:46 pm | ReplyArief
Halo mas salam kenal
wah akhirnya nemuin juga blog yg shre Optim…saya baru aja terjun di telco….skrg lg DT neh..sambil belajar optim…saya mo nanya…saya menemukan waktu DT pada saat call establish kemudian terjadi call end..padahal waktu call end adalah 2 menit ttp di TEMS bukan drop call…kira2 knapa ya mas….
makasih
on February 5, 2009 at 8:45 am | Replyzhang
Salam Kenal,
Saya juga baru terjun ke dunia optom nih,
ada yang punya materi tentang ilmu yang satu ini gak ya?
thanks
on February 6, 2009 at 5:47 pm | Replymc_sea
salam kenal mas
mekanisme traffic sharing itu bgmna?
apakah traffic sharing selalu di settimg lewat BSC?
ataukah bisa dilakukan tanpa BSC
trimakasih atas perhatiannya
on February 16, 2009 at 10:47 pm | Replyboyke pardede
Dear Mr. Riyantoro,
How about in CDMA?
I agree with u…about low cssr in GSM.
on February 26, 2009 at 8:38 pm | Replypinandita
salam kenal mas,,,
mas,saya td juga udah kirim comen di postingan sblumnya,,
mas saya pengen ambil TA di optimasi,,
tp masih bingung mau optim dmna?,,
mas,bisa minta bimbingannya,,
on March 2, 2009 at 3:59 pm | Replyriyantoro
@ pinandita
Kamu kuliah di mana Bos??
Saranku coba aja cari kantor operator di kotamu saja
gimana??
on March 6, 2009 at 11:48 am | Replyesterlyta pandjaitan
wah.. mas riyantoro hebat, pinter banget yah ..
mas..mas.. cssr bagus dan tidak bagus tuh batas nilainya berapa ya?
apakah permasalahan besar kecilnya signal (coverage), interference frequency, terus masalah radio link yg pakai antena “tong”, juga berpengaruh terhadap cssr ya? pengaruhnya gimana ya, mas?
saya tuh disuruh-suruh sama engineer saya buat drive test, katanya disana ada masalah cssr, lha saya kan nggak tahu apa2..pokoknya drive test sampai ketemu sample call failures. cape deh, mas .. ada saran nggak mas, buat saya ngebales engineer saya.. maksudnya ada jurus untuk menemukan penyebab cssr jelek lewat drive test?
wah .. trimakasih banyak ya mas riyantoro ..mas cakep deh..tapi koq fotonya nggak keliatan mukanya ya..? digedein dunk ..
CSSR? Kalo bisa ya 100% hehehe
Biasanya beda operator beda nilai yang dipatok, beda wilayah juga biasanya berbeda. CSSR yang ditargetkan operator ke engineernya untuk area Jawa inner akan berbeda dengan CSSR yang ditargetkan untuk engineer dengan wilayah kerja di Kalimantan outer, even Papua outer. Semua menyesuaikan dengan kepadatan wilayah, besarnya network, dan juga kapasitas :)
Sebagai patokan, mungkin bisa digunakan angka 99% yach
Ini bukan angka mutlak, dan akan lebih bijak sebenarnya kalau mba ester tanya langsung ke engineernya. Penyebab CSSR jelek biasanya karena blocking. Bisa juga karena interferensi frekuensi, ada operator lain atau BTS lain yang menggunakan frekuensi yang sama dengan yang kita pakai.
Tapi coba pastikan dulu kalau kapasitas BTS kita sudah mencukupi dan nggak blocking yach..
Selamat belajar..
Riyantoro
on March 20, 2009 at 11:11 pm | Replypinandita
oia mas,,
qu kuliah di it telkom semester 6,,
qu mau kerja praktek,
syukur2 bisa mendukung Tugas akhir yang aq kerjain,,
makasih sblumnya
on March 21, 2009 at 10:03 pm | Replyriyantoro
Saranku coba apply ke XL Bandung Bro…
Di sana kamu bisa banyak belajar dari engineer optim yang jago-jago
Coba dech, pasti kamu ntar bisa dapet banyak ilmu dan pengalaman..
Best Regards,
Riyantoro
on April 21, 2009 at 12:23 am | ReplyEP
Kindly removed/change the question/comment on your blog under the name of esterlyta pandjaitan since whoever that is using that name definitely not the person who he/she claimed to be.
on May 28, 2009 at 8:21 pm | Replymee
malam mas
mau nanya nihh.. tentang paramter performnasi untuk Jaringan GSM 900
aq masih bingung krn byknya paramter performansi pada GSm
sy kmrn dapet mas standarisasinya dr slide kul ITT
ada 8 sedangkn yg sy baca di Forum telekomunikasi yg lain beda dengan yang
dapt dislide ITT?
jadi sy mau tanyakn TARGET performansi untuk jaringan GSM apa ja mas??
trs klo bisa mnt referensinya mas dari mn??
mohon ditanggapi
jawaban mas sngat22 membantu Tugas Akhir saya
maksih sebelumnya
^_^
on May 30, 2009 at 8:50 am | Replyriyantoro
ada banyak sih, aku coba sebutin beberapa ya
Mohon temen-temen bantu lagi kalo ada yang kurang :)
1. CSSR (Call Setup Success Rate)
2. CCSR (Call Completion Success Rate)
3. HOSR (Handover Success Rate)
Itu aja kali yang utama
Kalo yang lain yang harus dihilangkan semacem dropped call, blocking (baik TCH maupun SDCCH). Kalo untuk paket data biasa dilihat throughputnya, gprs accessibility, gprs/hsdpa retainibility
Ada tambahan lagi temen-temen lain??
Regards,
on June 3, 2009 at 11:01 am | Replymee
Ohh gt ya mas
trs mau nanya lagi nih mas?
mas aq dapat referensi klo target performsi GSM
ada 8
diantaranya
1 TCH Call Blocked
2 TCH Assign Success Rate
3 Call Success Rate
4 Drop Call Rate
5 SDCCH Call Blocked
6 SDCCH Assign Success Rate
7 Handover Success Rate
8 Handover Failure rate
tau formulanya ga mas???
mohon bantuannya..plasee…
on June 5, 2009 at 9:57 am | Replybtn
welah dalah…sajak e wis maut ilmu ne rek…jek eleng sinergy ra ?
on September 5, 2009 at 3:23 pm | Replyriyantoro
siap dab!
hehehe
on August 7, 2009 at 11:06 pm | Replyhery
malem mas, mo nanya ni. kenapa sih rumus okumura hatta bisa dipakai dalam telekomunikasi selluler indonesia
on August 31, 2009 at 3:32 pm | Replyolayanto
haluu mas riyantoro
mau tanya donk apakah di operator ada alarm or apalah yg menunjukan bahwa area pancar suatu sektor seberapa besar??masalahnya saya sempet bingung pas lagi DT di daerah PANTURA..kondisinya saya sedang berada di tengah2 site..alhasil hanset saya ga bisa handover..pas bgt di tengah2 dua site..klo kondisinya kya gitu optimasinya bagaimana yah mas??
saya juga pernah test HSDPA di daerah karawaci..permasalahan disini cukup kompleks..coz pada jam tertentu saya ga bisa download pake HSDPA,pasti aja down ke 3G..cukup pusng nih mas klo gini..optimnya bagaimana yah??
thanks and regards,
oLay
on September 5, 2009 at 3:28 pm | Replyriyantoro
ndak ada tapi kalo kita analisa data dari measure BSC kita bisa lihat jarak pelanggan yang menggunakan network kita ada di TA (Timing Advance) berapa (u/ case 2G)
Kalo network 3G khan ada fenomena cell breathing, di mana coverage network bisa mengembang dan mengempis sesuai penggunaan bandwidth oleh pelanggan yang jaraknya dekat dengan BTS
Untuk case ndak bisa HO kayak gitu, coba check dulu parameter HO di kedua BTS. Check dulu apa keduanya sudah saling kenal a.k.a dah create jadi neighbour satu sama lain. Kalo belum silahkan di create karena kalo tidak ya HO gak bakalan terjadi. Check juga level HO yang bisa diterima oleh BTS. Jangan sampe kita setting RxLev jelek dikit dah ditolak untuk incoming HO
Untuk case HSDPA coba dicheck dulu link Iub/Ater ke RNC dari NodeB-nya. Sapa tau ada yang flicker sehingga HSDPA jadi sering ilang karena kalo Iub/Ater berkurang jumlahnya maka kita susah aktifin HSDPA karena bacdwidth yang menyempit.
Coba dech tanya BSS Engineernya, ada alarm ndak di Node-B nya
Semoga sedikit membantu,
Kalo ada tambahan/ingin meluruskan sangat welcome
Kita sama-sama belajar
^_^
on October 13, 2009 at 11:44 am | ReplyLinda
salam kenal mas..
asik nemuin blog yang share optim,hehe..
aku sekarang lagi kerja praktek juga ni mas di XL Bandung, di divisi optim.
jadi tertarik juga ni pingin masuk ke optim..
mas dulu belajar apa ja pas magang?
aku baru belajar drivetest ma buat aplikasi web untuk monitoring kualitas jaringan ni..
thanx and regards,
linda
on March 18, 2010 at 10:31 am | Replyikal
mas emang kalo mau jadi engineer gsm gitu kudu lulusan kuliahan ya?
tq..
on April 13, 2010 at 11:26 am | ReplyIskandar
salam kenal mas…
mas mau tanya kalau penambahan ater caranya bgmn ya?? atau ad diagram nya gt??
maklum lg baru belajar neh
tks.
on September 8, 2010 at 10:03 am | Replyrizal
mas riyantoro yang cakep,
mau tanya dgn pertanyaan yg sama dgn yg sebelumnya.Tau formulanya item dibawah ini gak mas..?
1 TCH Call Blocked
2 TCH Assign Success Rate
3 Call Success Rate
4 Drop Call Rate
5 SDCCH Call Blocked
6 SDCCH Assign Success Rate
7 Handover Success Rate
8 Handover Failure rate
Thanks a looottt..
on December 5, 2010 at 2:57 pm | ReplySand's
Salam 1 Jiwa
Cool abis dah… kang Riyantoro emang T.O.P B.G.T,
Thanks atas tambahan ilmunya. I Like Its
Bravo kang Riyantoro..
on January 13, 2011 at 1:22 pm | Replytito
ini mas riyanto yang tsel palu bukan ya?
on April 22, 2011 at 1:13 am | Replypassya
wah jadi tertarik sama optim nich mas …..
mau tanya mas kalau di antara
1 TCH Call Blocked
2 TCH Assign Success Rate
3 Call Success Rate
4 Drop Call Rate
5 SDCCH Call Blocked
6 SDCCH Assign Success Rate
7 Handover Success Rate
8 Handover Failure rate
parameter apa yang kita mainkan
on May 12, 2011 at 2:16 pm | ReplyEko
Diatas kan untuk menghitung CSR nah klo untuk menghitung CDR ama TCH gmn mas ???
on May 23, 2011 at 7:34 pm | Replyboyke
salam kenal mas riyantoro
saya tertarik buat belajar optime maklum newbie di optime saya kebanyakan jadi bss engineer. ada tutorialnya ga mas kalo ada saya boleh minta sent japri ke email ( tq banget kalo ada)
on June 17, 2011 at 10:55 am | Replyriyantoro
Mas klo saya masih based on practice siy jadi belum ada tutorial bakunya
Nanti saya share kalo udah saya bikin dech
Untuk sementara ya masih sekedar bikin postingan-postingan pendek begini
Salam,
on October 18, 2011 at 10:38 am | ReplyBejox
salam sukses mas riyantoro.
mas riyanto punya solusi ga, untuk case drop call di daerah yg tinggi dan terbuka.
Di darah tersebut banyak sekali BCCH yg terdeteksi dengan Rx level yang sering naik turun dengan range yg cukup jauh ( bisa sampai 20 dBm) bahkan bisa hilang. hal ini sering kali menyebabkan drop call karena rx level yg tiba-tiba drop dan tidak bisa HO. Adjesenya sengaja tidak di create karena kalo di create semuanya kondisi di bawah yg akan semakin kacau.
Tolong di share pengalamannya maz riantoro
Thank
on October 20, 2011 at 12:04 am | Replyriyantoro
Salam kenal Mas
Wah case study nih.. Kayaknya mantaf untuk didiskusikan :)
Ada cell yg dominan gak ya? Klo banyak yg cover mgkn bs dimainkan macro micro cell untuk reselection dan HOnya
Udah cb mainin nilai CROnya? Pasti ada cell yg dominan khan di aitu? Memang klo dicreate adjacent riskan terjadi pingpong HO siy, tp klo nilai CRO dan offset HO yg pas kayaknya bisa dikurangin ping pong nya..
Sambil nunggu comment expert2 di sini
Mari berdiskusi.:)
Klo pengalaman saya sih ada cell yg dominan jd traffic cenderung dia serap sedangkan cell lain support aja
Pastikan cell macro tdk blocking hehe Atau bs mainkan umbrella cell..
Salam,
on October 20, 2011 at 5:06 pm | ReplyBejox
untuk cell dominanya ada sih mas, Rx lev nya berkisar di -80an dBm dan trafiknya masih sedikit (belum bloking), tetapi terkadang ada sinyal pantulan dari cell lain yg rx lev nya lebih tinggi (-70an dBm). nah sinyal pantulan ini yg sangat merepotkan soalnya hanya muncul beberapa saat saja. kalo sewaktu call dia yg servis pasti repot dah.
untuk sementara ini aku cm menambahkan repiter di rumah tersebut dan lumayan mengurangi tapi tetep belum 100% BERSIH. (maklum rumahnya gubernur, wkwkwk). untuk ngotak-atik database aku belum berani bos, aku masih di level DT dan belum dapat akses sampai kesitu. ini hanya ingin tau dan mengobati rasa penasaran saja.
oh ya kalo mau ngerubah parameter yg berkaitan dengan optim cell tersebut apa cukup dari aplikasi citrik saja??
Terimakasih atas masukanya mas rianto dan temen- teman yang masih mau menanggapi pertanyaan saya diatas dengan memberi langkah-langkah yang
lebih detail, siapa tau beda orang beda pula solusinya..
on October 25, 2011 at 12:40 pm | Replyriyantoro
mainkan tilting antena yg mengarah ke area situ aja Mas..
Overshoot itu yg level -70dB, merusak yg laen aja
Trus pastikan jagan masukin cell yg overshoot itu ke dalam list HO target dan reselection ya..
Salam,
on October 30, 2011 at 12:46 am | Replyady
salam kenal nech mas dr sy [Ady]
saya baru terjun di telko
saya tertarik belajar optim nech mas…kira ada tutorial dasar yg bisa di share g ya mas..klu ada tolong dong mas kasih simpenannya. minta waktunya dikit buat send ke email sy (adhypratama.p@gmail.com)
tq
on November 25, 2011 at 5:33 pm | Replymitha
mas klo boleh nanya
rumus TCH Assign Success Rate pa y mas???
on December 9, 2011 at 4:33 pm | Replydawud
Mas mau nanya nih…bagaiman cara testcall supaya semuanya bisa dapat bagus:
Cell Avail
RRC Success Rate
CSSR CS Voice
CCSR CS Voice
CSSR UDI
CCSR CS UDI
CSSR PS, NRT
CCSR PS
SHO Success rate
ISHO Success Rate
CSSR HS
CCSR HS
on December 12, 2011 at 12:08 am | ReplyRizqie77
wah, blog-nya menarik, comment2-nya ok, ok…sip, sip, ijin bookmark ya gan…:)
BTW case-nya mas bejox menarik bgt, klo boleh nambahin, cb di check Adjacent Cell list dari Cell yg dominan tersebut mas, dicheck juga HOSR cell per Relation, bisa minta data Adjacent Cell list dan Statistik HOSR cell per Relationnya dari OSS, terus cocokin ma hasil Drive test dan TA measure dari plot map info, klo ada Adjacent cell yg kira2 overshoot jadi relation cell dari cell yg dominan, hajar delete aja, apalagi klo bikin HOFail rate-nya tinggi…CMIIW
Mas Riyantoro,biasa megang perangkat apa mas?
on December 12, 2011 at 7:11 pm | Replyriyantoro
Dulu siemens, trus jd nsn skrg barang cina hahahaa
Sampeyan megang apa Mas?
on December 14, 2011 at 12:39 pmRizqie77
saya biasa megang Nokia tapi masih nubitol owk mas, padahal dah 3 tahun..hehe2, Dulu DT, trus OSS, trus yg sekarang belajar Optim..
ak punya usul mas, gimana klo kita bikin mailist grup khusus bwt ajang diskusi Seputar Telco, khusus jg bwt yg masih nubie2 kayak saya dan temen2 yg lain, kita bisa saling tanya dan sharing knowledge seputar telco, syukur2 bisa ngasi info lowongan kerja….mirip Parakontel gitu, tapi yg ini khusus Nubie2…gimana? mas Riyantoro kan dah expert, bisa juga jadi mentor kita2…:)
on February 27, 2012 at 3:06 pm | Replyaan
ahayyy ikutan gabung dung gan,,,
on March 29, 2012 at 3:46 pm | ReplyRiantono
Lagi belajar Optim nih mau nanya dari dasar dulu
jika dari satu trx terdapat SDCCH dan SDCCB artinya apa dan jika hanya ada SDCCB terus perbedaan SCCH dan SDCCB apa juga fungsi dari SDCCB dan SDCCH
Thks
on May 5, 2012 at 1:41 am | ReplyAditya Setia Basuki (@Aditya_Cullen)
Wih, Ilmu telekomunikasinya banyak banget ni mas riyantoro, salut deh buat sampeyan :)
saya juga karyawan di salah satu operator terbesar di Indonesia, tapi masih newbie, mau belajar lebih banyak lagi, Mohon bimbingannya ya mas?
ada email atau facebook?
Best regards,
on June 2, 2012 at 3:36 am | Replysony
mas saya mau tanya dong…
saya baru terjun dunia kya gini nih…
terkadangkan user minta hasil yg chip untuk laporan moderisasi baik 3G maupun 2G…
cara mengurangi rxlev.ecno dan rscp gimana ya…agar hasil record untuk before lebih jelek dari afternya…
mohon pencerahannya
tks
on June 24, 2012 at 12:54 am | Replyriyantoro
Wah, intinya harusnya bukan bagaiman membuat hasil DT before lebih jelek, tapi bagaimana membuat hasil DT after lebih baik Mas..
Konsep awalnya dah salah tuh sampeyan
hehehe
Mumpung masih baru be;ajar, ayo diperbaiki konsep dasarnya
Namanya optimasi khan memperbaiki atau memaksimalkan jaringan
Dengan resource yang ada, bisa menghasilkan performance yang lebih baik
Salam,
on June 28, 2012 at 7:05 am | Replymarisa
mas akuau nanya kalau yang berpengaruh terhadap terjadinya blockedcall itu apa saja mas?? apa karena traffic yg penuh saja?
lalu kalau nilai dari parameter RSCP rendah berpengaruh ga terhadap blockedcall?
untuk parameter PDP CASR itu perolehan nilainya diliat berdasarkan apa ya mas??
mohon bantuannya ya mas..
lagi nyari2 bahan untuk ta.. hehehe..
on July 6, 2012 at 5:25 pm | Replyriyantoro
Bisa karena overload, semua kanal penuh, bisa karena problem hardware, bisa juga karena salah database hehe
DIcek satu-satu dech
on July 14, 2012 at 11:16 pm | ReplyFauzi
@riyantoro
Mas ane seneng bgt klo bicara optim, impian ane mas menyandang status itu..he walaupun bnr2 ga tau prepare apa ja yg msti di siapkan..
Boleh sharing mas atau agan2 smua apa aja sih yg mesti disiapkan untuk memulai OPTIM.. ane sdikit tau ttg drive test 2G dan 3G tp familiar dengan TEMS… mohon pencerahaanya untuk berbagi info.. makasih
on July 20, 2012 at 9:18 am | Replyriyantoro
Lanjutkan dengan mempelajari parameter-parameter BSC dan RNC :)
Nah klo dah dikuasai tinggal dimainkan parameter itu sesuai goal kita dalam melakukan optimasi jaringan
Itu garis dasarnya hehe
Intinya khan bagaimana mendeliver jaringan yang lebih baik baik itu dengan melakukan perubahan database, maupun melakukan perubahan fisik antena
Salam,
Riyantoro
on August 6, 2012 at 3:14 am | Replymulki
permisi gan, saya juga orng baru di dunia telkom,
mau nanya nih, kalau SDSR itu sebenarnya untuk mengukur apa…??? dan kalo SDSR nilainya turun apa penyebabnya….?? dan parameter apa saja yg perlu di perhatikan jika Nilai SDSR-nya turun..?? terima kasih sebelumnya gan …
on October 6, 2012 at 2:17 am | ReplyBonz
SDSR = SDCCH Succses Rate, CSSR = Call setup succses Rate, gak ada beda, intinya kan Kpi (value) untuk menentukan seberapa besar keberhasilan untuk melalui proses “call setup”, sebelum menuju TCH
Penyebab turunnya SDSR/CSSR,
1. SDCCH blocking
– jika availability diatas 98% langsung saja tambahkan 1 SDCCH
– jika DCS yg blocking, bisa di kurangin CRO/REO nya (cell re-selection offset) sehingga tidak terlalu agresif, jika GSM (yg di colo nya ada DCS, bisa di share ke DCS colo nya (tanpa blocking) dengan menaikkan CRO/REO nya step 2 ya, pelan2 dulu)
– overshoot juga bisa menyebabkan SDCCH blocking (tilting, adjust ami etc)
– jika cell berada di area border LAC, bisa di mainkan parameter hysterisis nya, DCS bisa mainkan REO agar tidak terlalu agresif
dan lain lain dan lain lainnya :)
2. SDCCH Drop
– sebelumnya kita mesti mencari tau apa penyebab SDCCH drop ini (due to nya), ada due to radio, abis, aif, lapd, transcoder etc etc.. dan seorang optim hanya responsible dari sisi radio, selain itu kita bisa mengeskalasi kan ke pihak terkait mengenai permasalahan nya (ke pihak operator misalnya), apakah ada masalah di transmisi yg flicker dan lain nya (buanyak sekaleee).
– SDCCH drop due to radio :
* interference – bisa kita cari sendiri freq yang lebih bersih, atau bisa kita minta tolong RNP (planning) untuk plan freq baru nya.
* overshooting poor UL — >cek TA distribution lalu lakukan physical tunning (tilting) , atau bisa juga kita mainkan ami dan power (sangat tidak direkomendasikan) -_-”
* Alarm – apakah ada hardware issue?
* TRX quality yg buruk, bisa kita coba untuk shifting (pindahkan) SDCCH ke TRX yang lebih bagus quality nya…
dan masih banyak lagi danlain nya dan lainnya….
*CMIIW :p
on October 9, 2012 at 12:11 pmriyantoro
Mantab kalee sharing nya abang satu ini
Lanjuut… :)
on October 6, 2012 at 2:22 am | ReplyBonz
just blog walking :)
on November 5, 2012 at 11:08 pm | Replybonki
selamat malam mas riyanto,,
saya mau bertanya tentang performansi
1.TCH Assign Success Rate
2.Perceive Congestion rate
mohon penjelasan tentang pengertiannya
jujur saja saya masih belum paham pada saat apa 2 parameter tersebut terjadi
on December 2, 2012 at 8:16 am | Replywandana
Waaaah.. Ilmunya manteeeb bener mas riyantoro niih…
Mas, numpang tanya.. Parameter apa ya yg ekstrim untuk bsa nurunin perceived drop / tch_drop_asg_ratio..? Selain memperhintungkan congestion rate masing2 cell, amr, dan site audit, apa lagi ya parameter yg bsa ekstrim mengurangi drop..? Mohon dibantu untuk pencerahannya.. Ehehehe…
on May 12, 2013 at 10:31 am | Replyputra
Master2 Telco, mau nanya nih, adakah rumus untuk mengoptimasi parameter soft handover (time trigger, reporting range dan hysteresis ) pada sistem WCDMA/UMTS ?
Klo ada tolong kirim ke email saya : rahmatikhsan@gmail.com
on July 12, 2013 at 8:28 pm | Replyjeep
mantap bener info blog nya…ijin bookmark ya mas rian..
on July 29, 2013 at 1:27 pm | Replyian
mas riyan, mau tanya..
DCS tu apanya GSM ya?
setau saya kan GSM 1800 juga ada,
saya masih newbie banget, baru semester 2 ini kuliah di telkom..
makasih mas,
on December 17, 2013 at 2:37 pm | ReplyParameter 3G (Third Generation) | Catatan Pribadi Dian Sulistyo
[…] blognya mas riyantoro […]
on February 23, 2014 at 11:01 am | Replyachmadnashirudin
Reblogged this on achmadnashirudin.
on August 6, 2014 at 4:17 pm | Replyyulia anita
Mas aku mau nyanya kalau settingan cahanel juga mempengaruhi cadel ga?