Selasa, 03 Mei 2016

Cara Membuat Gambar 3D Menggunakan Autodesk Maya









Membuat 3D Menggunakan Autodesk Maya

Pengertian Maya 

Maya adalah software 3D modeling maupun animasi, khususnya character modeling dan character animation. perangkat lunak grafik komputer 3D dibuat oleh Alias Systems Corporation (Diakuisisi oleh Autodesk, Inc. pada tahun 2006). Maya digunakan dalam industri film animasi atau cartoon, dan juga untuk permainan video komputer. Kelebihan dari program ini adalah proses pembuatan Animasi yang relatif lebih mudah dibandingkan perangkat 3D lainnya. Oleh karena itu, Maya memang lebih banyak digunakan untuk membuat character modeling dan animasinya.

Autodesk maya adalah software animasi 3D yang dilengkapi dengan fitur canggih dan komprehensif. Dengan Autodesk maya 2013 anda dapat menciptakan karya animasi 3D. Autodesk maya 2013 menyediakan perangkat tools untuk animasi, pemodelan, simulasi, matchmoving dan compositing untuk membantu anda menghasilkan karya yang berkualitas. Autodesk maya 2013 sering digunakan untuk pengembangan sebuah game dan proyek animasi 3D lainnya. PadaAutodesk maya 2013 ini telah dibubuhkan tools kreatif terbaru untuk membantu anda menciptakan sebuah konten dan karya yang berkualitas tinggi secara cepat.

Ini ada tampilan Autodesk Maya



 

Pada sebelah kiri ada 9 kota yang memiliki fungsi yang berbeda-beda di mana

- select tool ---> untuk menyeleksi obyek, edge, atau vertex dari obyek 3D

- Lasso tool ---> untuk menyeleksi sebuah obyek, edge, atau vertex dari obyek 3D dengan membentuk garis      lingkar tertentu.

- Paint selection Tool ---> Untuk memilih obyek 3D dengan kuas pemilih

- Move tool ---> untuk memindah kan obyek ke sumbu X, Y, atau pun Z . di keyboard ' W '

- Rotate tool ---> untuk memutar obyek ke sumbu X, Y, atau pun Z  di keyboard ' E '

- Scale tool ----> untuk membesarkan atau mengecilkan obyek 3D di keyboard ' R '

 - Universal manipulator ---> gabungan dari move, rotate , scale

-  Soft Modification Tool ---> untuk menghaluskan objek 3D tanpa menambahi vertex.soft modification Tool berbeda dengan mode halus (pencet ' 3' pada keyboard),
soft modification Tool menghaluskan objek 3D tanpa menambahi vertex.
sedangkan mode halus  (pencet ' 3' pada keyboard) mengkalikan dua kali vertex yang ada.

 

 

 

 

 

 

Cotoh :

1.    Membuat Apel

Pertaman-tama buka halamant kerja anda,
pilih Curves


Pada Curves ada beberapa fungsi tombol, NUREBS Circle, NURBS Square, EP Curve tool, Pencil Curve tool dan lain-lain.
kita pilih yah ke 4 yaitu Pencil Curve tool .
Lalu tekan spasi dan buatlah gambar setengah apel pada kotak di bawah kotak lembar kerja utama seperti gambar di bawah ini :

  
setelah bentuk setengah apel sudah jadi, kembali ke halaman utama,

Blok gambar setengah apelnya dan pilih Surfaces lalu pilih Revolve, dan haslinya akan seperti pada gambar di bawah ini

Untuk mebuatnya kelihatan hitam seperti gambar di atas, pilihlah seperti pada tanda panah warna kuning, tapi sebelumnya harus di blok dulu, lalu untuk memisahkan antara garis dengan gambar, geser gambar menggunakan move tool seperti pada gambar panah warna putih lalu geser kek kiri agar terpisah garis dengan gambar apelnya, setelah itu, blok garisnya lalu tahan klik kanan lalu pilih Control Vertex.

Lalu gunakan Move Tool untuk menarik titik vertex agar gambar kelihatan persis seperti apel sepertig gambar ini 

Setelah itu kita tambahka warna tahan klik kanan lalu pilih Assign New Material

Lalu pilih Blinn dan akan keluar seperti gambar di sebelahnya lalu pilih Color

Lalu pilih warna seperti yang anda inginkan 

Setelah itu kita tambahkan tangkai dan daun nya saja, dan hasilnya seperti pada gambar ini 

Finis.........!

 

2.   Membuat Gelas 

Pertama Buka halaman kerja baru, lalu pilih Curves lalu pilih yang gambar lingkaran atau NUREBS Circle.

Lalu perbanyaklah lingkaran dengan bentuk yang berbeda dan berfariasi seperti gambar gelas



Lalu blok satu persatu lingkaran itu dari bawah ke atas lalu pilih Surfaces > Left

 Maka gambar akan berbentuk dan pilih Kotak biru untuk membuat gambar kelihatan.

 Klik kanan pada gambar dan pilih Cotrol Vertex untuk membuat gambar gelas manjadi lebih indah.

 Dan Hasilnya seperti ini, kita tinggal menambahkan warnanya saja seperti cara pada menambahkan warna pada Apel, dan hasilnya seperti gambar di bawah ini

Finis.............!! 

 

3.   Membuat Ikan

Tidak jauh beda dengan cara membuat gelas, kita akan menggunakan lingkaran sebagai bahan utamanya,
Pertama-tama buat lah lingkaran dan bedirikan linggkaran dengan menggunakan Rotate tool

 Lalu perbanyaklah lingkaran hingga membentuk seperti ikan

Lalu blok satu persatu lingkaran itu dari lingkaran kecil di blakang hingga ke depan Surfaces > Left
dan gambar akan berbentuk dan pilih Kotak biru untuk membuat gambar kelihatan.

Lalu Klik kanan tahan dan pilih Control Vertex dan gunakan Vertex dan Move Tool dan Scale Toll untuk memper bagus dan memper indah bentuk ikan anda, jika mingin lingkaran untuk mata, pilih Polygons lalu pilih Polygon Sphere.
Hasilnya akan seperti ini

 Untuk mewarnainya caranya sama seperti saat ingin mewarnai Apel dan Gelas

 Dan Hasilnya seperti gambar di bawah ini.

 

 FInis.........................!!!

Jumat, 01 Januari 2016

Link belajar dunia Telco

                                   Bismillahirrahmanirrahiiiim                                                                 

 Di BAWAH INI BEBERAPA LINK YANG BISA MENJADI REFRENSI untuk belajar ilmu telekomonukasi, silahkan di pelajari dan dikembangkan ... semoga bermanfaat...   !!!
                                                                   Good Luck


http://www.telco.web.id/2015/10/membuat-file-bts-di-tems.html
https://riyantoro.wordpress.com/2007/07/10/rj-45-connector-configuration/
https://riyantoro.wordpress.com/2008/07/02/artikel-perhitungan-kapasitas-sistem-pada-bts-gsm-dcs/#comment-3738

Selasa, 29 Desember 2015

Perangkat-Perangkat Pada Tower BTS serta Fungsi-Fungsinya

IZIN BANTU SHARE juragaaaan,,,,,,,

Perangkat-Perangkat Pada Tower BTS serta Fungsi-Fungsinya


Base transceiver station (BTS) atau cell site adalah sebuah peralatan yang memfasilitasi nirkabel komunikasi antara pengguna peralatan (UE) dan jaringan. BTS juga disebut sebagai radio base station (RBS), node B (di Jaringan 3G) atau, cukup, base station (BS). Untuk diskusi dari standar LTE yang ENB singkatan untuk Evolved node B banyak digunakan.
Meskipun istilah BTS dapat diterapkan ke salah satu standar komunikasi nirkabel, biasanya dan umumnya terkait dengan teknologi komunikasi mobile seperti GSM dan CDMA. Dalam hal ini, BTS merupakan bagian dari base station subsystem (BSS) perkembangan untuk sistem manajemen. Ini juga mungkin memiliki peralatan untuk mengenkripsi dan mendekripsi komunikasi, spektrum penyaringan alat (band pass filter), dll antena juga dapat dipertimbangkan sebagai komponen dari BTS dalam arti umum sebagai mereka memfasilitasi fungsi BTS. Biasanya BTS akan memiliki transceiver beberapa (TRXs) yang memungkinkan untuk melayani beberapa frekuensi yang berbeda dan berbagai sektor sel (dalam kasus BTS sectorised). Sebuah BTS dikendalikan oleh kontroler orangtua base station melalui fungsi base station kontrol (BCF). BCF ini dilaksanakan sebagai unit diskrit atau bahkan tergabung dalam TRX di BTS kompak. Para BCF menyediakan operasi dan pemeliharaan (O & M) koneksi dengan sistem manajemen jaringan (NMS), dan mengelola kondisi operasi dari TRX masing-masing, serta penanganan perangkat lunak dan koleksi alarm. Struktur dasar dan fungsi dari BTS tetap sama tanpa teknologi nirkabel.
<>Rectifier

Rectifier sebagai penyearah tegangan dari tegangan AC yang berasal dari PLN dikonversikan ke dalam tegangan searah untuk di komsumsi perangkat lainnya. Salah satunya merk PowerOne, terdapat 6 buah modul, yang tiap2 modulnya mensuplai 30 Ampere, karena minimal pemakaian perangkat adalah 45 Ampere, maka paling tidak modul yang berfungsi sejumlah 3 buah modul (60 A).
Biasanya Untuk BTS hanya dibutuhkan tegangan DC sebesar +27 Vdc atau -48 Vdc.
<>Perangkat BTS
Untuk GSM ada 2 buah system, yaitu 900Mhz dan 1800Mhz. Dalam sebuah BTS bisa dipasang 900Mhz saja atau dua-duanya. Telkomsel, Indosat, XL, HCPT (3), dan AXIS menggunakan ini.
Sedangkan untuk CDMA biasanya cuma satu saja yaitu CDMA2000-1X, atau CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom.

Salah satunya merk nokia, beroperasi pada frekuensi 900 GHz terdapat 6 modul utama
PWSB : Power suplai independen perangkat GSM/BTS
BB2F : BaseBand/pengatur slot trafik pada bts
WCGA : Combiner antara transmiter ke DVJA
TSGB : TRX unit,menentukan kanal frekuensi
DVJA : Duplexer/output semua sektor, sebagai pemisah antara transmiter dengan receiver
 M2LA : Sebagai combiner receiver ke DVJA
BOIA : Prosesor BTS (bentuk sama dengan BB2F, namun memiliki port penghubung untuk maintenance

<>Antena OMNI
Antenna Omnidirectional di rancang untuk memberikan servis dalam radius 360 derajat dari titik lokasi. Sangat cocok untuk Akses Point untuk memberikan servis bagi WARNET sekitarnya dalam jarak dekat 1-4 km-an. Antenna jenis ini biasanya menpunyai Gain rendah 3-10 dBi.
Potongan medan vertikal memperlihatkan penampang yang medan yang sangat tipis pada sumbu vertikal. Hal ini berarti hanya statiun-stasiun yang berada di muka antenna saja yang akan memperoleh sinyal yang kuat, stasiun yang berada di atas antenna akan sulit memperoleh sinyal.


<>Baterai
Baterei Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.
<>Microwave

Microwave system terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.
.
<>Antena Sectoral

Berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).
<>Feeder
Sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.
<>Tower 
Beserta system pentanahannya;  Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.
<>Shelter
Berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).

Pengenalan TEMS

Pengenalan Drive Test



                           



IZIN BANTUIN SHARE....  PLEASE...!!!


  1..Pengenalan TEMS

TEMS adalah kependekan dari Test Mobile System yang merupakan perangkat untuk mensetting dan maintaining jaringan seluler. Perangkat TEMS ini merupakan keluaran Ericsson untuk drive test. Pada dasarnya terdiri dari ponsel TEMS mobile phone yang dikendalikan oleh perangkat lunak pada komputer. Salah satu fitur utama dari TEMS adalah menggunakan ponsel dengan bagian radio standar dan daya standar, yaitu suatu ponsel biasa dengan perangkat lunak yang diubah. Maka dari itu TEMS akan berperilaku sama seperti ponsel standar. Namun memiliki fitur tambahan sebagai pengumpul informasi tentang level sinyal dan kualitas sinyal dan banyak lagi yang dipancarkan oleh BTS.


Ada tiga jenis TEMS yang sesuai dengan tujuan penggunaannya, antara lain :


1.   TEMS Investigation

TEMS ini digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor). Mulai versi 4 sudah dapat digunakan untuk drive test dalam ruangan (indoor). Menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai alat navigasi dan plotting parameter pada rute drive test yang dilalui.


2.      TEMS Light

Jenis TEMS Light ini digunakan untuk drive test di dalam ruangan (indoor). TEMS Light merupakan versi penyederhanaan dari TEMS Investigation dengan menghilangkan beberapa fitur, yang bertujuan mengurangi beban kerja dan konsumsi baterai komputer. Hal tersebut dilakukan karena saat itu komputer portable/laptop masih mempunyai keterbatasan perangkat dan baterai. Data logfile yang dihasilkan TEMS Light sama lengkapnya dengan yang dihasilkan oleh TEMS Investigation. Plotting parameter dilakukan secara manual karena GPS tidak dapat menerima sinyal dari satelit.


3.   TEMS Automatic

    TEMS Automatic ini digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor). TEMS Investigation dan TEMS Light hanya bisa mengukur sisi downlink saja yaitu dari arah BTS ke MS. Untuk uplink yaitu dari arah MS ke BTS, TEMS Investigation dan Light tidak dapat mengukur karena alat pengukurnya hanya handphone. TEMS Automatic menggunakan sistem client-server untuk pengukuran uplink dan downlink. Client-nya menggunakan MTU (Mobile Test Unit) yang bekerja secara otomatis saat dinyalakan. Hasil pengukuran di MTU dikirim lewat GPRS ke server. Server akan menerima data dari MTU dan mengolahnya.

            Pada Modul ini akan dijelaskan penggunaan TEMS Investigation untuk drive test di luar ruangan.


  2.Pengenalan Drive Test

Drive test merupakan salah satu bagian pekerjaan dalam optimasi jaringan radio. Tujuan drive test adalah mengumpulkan informasi jaringan secara real di lapangan. Informasi yang dikumpulkan merupakan kondisi aktual Radio Frequency (RF) di suatu Base Transceiver Station (BTS) maupun dalam lingkup base station sub-system (BSS) yang dilakukan dengan mobil sehingga pengukuran dilakukan bergerak. Perjalananpun dilengkapi dengan peta digital, GPS, handset dan software drive test, seperti Agilent, Nemo (Nokia), TEMS (Ericsson), dan Rohde & Schwarz.


Selain tujuan umum diatas, dalam proses drive test dapat bertujuan khusus untuk optimasi suatu jaringan seperti berikut :

a).Untuk mengetahui Coverage sebenarnya di lapangan,apakah sudah sesuai dengan prediksi   Coverage pada saat Planning

b).Untuk mengetahui parameter jaringan di lapangan,apakah sudah sesuai dengan parameter Planning dan Optimasi

c).Untuk mengetahui Performansi jaringan setelah di lakukan perubahan seperti penambahan atau pengurangan TRX

d).Untuk mengetahui adanya Interferensi dari sel-sel tetangga

e).Untuk mencari adanya Poor Coverage atau daerah yang memiliki daya terima signal yang rendah

f).Untuk mencari RF issue yang berkaitan adanya Drop Call atau Block Call

g).Untuk mengetahui Performansi jaringan operator lain atau Benchmarking


            


Perlengkapan Drive Test

Proses drive test membutuhkan peralatan-peralatan yang mendukung dalam pengukuran. Dalam modul ini drive test dilakukan menggunakan software TEMS dan adapun perlengkapan lengkapnya sebagai berikut: 

             a.    Laptop

Laptop digunakan sebagai alat monitoring parameter hasil drive test secara visual. Laptop yang dilengkapi dengan software TEMS Investigation untuk mengambil dan mengolah data. Spesifikasi Laptop untuk drive test harus memiliki memori RAM lebih dari 1GB.


b.   Perangkat Lunak TEMS

Perangkat Lunak TEMS yang digunakan untuk drive test di luar ruangan adalah software TEMS Investigation

  

c.    Dongle HASP4

Dongle HASP4 adalah gabungan proteksi antara hardware key (dongle) dan software yang biasanya sudah terintegrasi dengan aplikasi. Software yang terintegrasi dengan TEMS Investigation secara periodik akan memeriksa apakah hardware key tersebut valid atau tidak, jika tidak valid software tidak akan berjalan sempurna. Tujuan dari dongle adalah menggantikan serial number dan hanya komputer yang terpasang dongle yang bisa menggunakan aplikasi terseb

  

d.   Handphone TEMS

Ada berbagai jenis Handphone yang support pada Tems investigationdiantaranya adalah Sony Ericsson K800i, T610, dan W995i. Handphone sebagai terminal untuk panggilan, upload dan download data maupun video call. Dan untuk mengukur kekuatan sinyal yang diterima oleh pelanggan. Selain itu perlu juga disiapkan sim card dari operator yang akan diukur.


 e.    Kabel Data

Kabel data untuk menghubungkan antara computer dan handphone. Kabel data yang digunakan antara lain USB, Serial.


f.    Global Positioning System (GPS)

Sebuah sistem yang dapat menunjukkan posisi benda di permukaan bumi secara cepat, di semua tempat, pada semua kondisi dan pada setiap waktu.GPS ini digunakan untuk tracking rute pengukuran sehingga akan diketahui posisi pengambilan data sepanjang pengukuran drivetest.


  g.      Aksesoris

Perangkat yang mendukung dalam pengukuran menggunakan TEMS, seperti USB Hub, Inverter, dan Charger handphone.


Jenis – Jenis Pengukuran Drive Test 

Jenis-jenis pengukuran drive test dibagi menjadi mode pengukuran dan cara pengambilan data. Pada

mode pengukuran drive test ada tiga jenis, yaitu :      

a.       Drive Test Idle Mode

Pengukuran kualitas sinyal yang diterima MS dalam keadaan idle (tidak melakukan call/sms). Biasanya mode ini dilakukan hanya untuk mengetahuisignal strength suatu area yang terindikasi low signal/no service.

b.      Drive Test Dedicated Mode

Pengukuran kualitas sinyal diikuti dengan pendudukan kanal (long Call/Short Call ke destination number tertentu). Untuk mengukur dan mengidentifikasi kualitas voice dan data.

c.       Drivetest QoS Mode

Pengukuran kualitas sinyal diikuti dengan pendudukan kanal dengan metodecall set up dan call end dengan formula time / command squence tertentu.


Sedangkan untuk cara pengambilan data secara drive test dibagi menjadi empat proses, antara lain :

a.  Single Site Verification (SSV), merupakan drive test untuk memverifikasi setiap site bagus atau tidak.

b.  Cluster, merupakan drive test yang mengukur jaringan setiap cluster atau daerah yang terdiri dari beberapa site namun hanya untuk satu operator jaringan.

c.  Benchmark, merupakan drive test yang membandingkan beberapa operator dalam satu cluster atau daerah

d. Optimasi, merupakan bagian analisa gangguan atau kurangnya service quality pada site yang sudah jadi.


  3.Parameter Drive Test

Meningkatnya jumlah pelanggan sebuah operator tidak hanya berdampak pada peningkatan revenue, namun juga berakibat pada naiknya jumlah panggilan gagal.Kegagalan panggilan bisa disebabkan oleh 3 faktor, pertama komponen dalam ponselnya yang bermasalah, kedua pelanggan memang berada pada luar coverage BTS sehingga saat handover, ponsel tidak tercover oleh BTS lain atau pelanggan berada pada daerah blankspot. Ketiga, jaringan operator yang memang sedang padat.

Faktor pertama tentu bisa diatasi dengan melakukan penggantian komponen, sementara yang faktor kedua tidak bisa berbuat banyak selain menunggu ponsel mendapatkan sinyal kembali, solusinya mungkin bisa dilakukan dengan penggantian simcard operator lain. Pada faktor harus dikembalikan ke operator yang bersangkutan, apakah jaringan yang mereka pasang sudah baik, sehingga bisa mengcover seluruh kawasan. Panggilan gagal seringkali terjadi di daerah perkotaan (kepadatan traffic) dan pegunungan (overlap).  Oleh karena itu dilakukan drive test sebagai bagian dari optimasi jaringan untuk mengetahui parameter-parameter yang terukur agar dapat dievaluasi sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk menjamin kualitas layanan yang lebih baik lagi.


Drive Test 2G (GSM)

Parameter untuk drive test GSM ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu parameter untuk verifikasi data BTS dan parameter untuk verifikasi kualitas jaringan. Paramater untuk verifikasi data BTS, antara lain :

a.  Broadcast Control Channel (BCCH),merupakan frekuensi carrier yang digunakan pada saat downlink untuk mentransmisikan informasi system. Frekuensi carrier yang digunakan oleh BTS 2G yaitu GSM900: 890-915 MHz dan DCS1800: 1805-1880 MHz

b.   Absolute Radio Frequency Channel (ARFC), merupakan konversi dari BCCH yang bernilai MHz diubah menjadi nomor-nomor kanal.

c.  Cell Global Identity (CGI),merupakan sebuah identititas (ID) yang unik dari cell-cell dalam suatu jaringan seluler untuk mengenali posisi user berdasarkan cell.  Format penamaan CGI, yang terdiri dari :

·  MCC (Mobile Country Code) adalah identifikasi suatu negara dengan menggunakan 3 digit. Untuk Indonesia, digit MCC-nya adalah 510.

· MNC (Mobile Network Code) : adalah 2 digit identifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah mobile network atau PLMN. Kombinasi antara MCC dan MNC akan selalu menghasilkan sebuah code yang unik di seluruh dunia.

· LAC (Location Area Code) : adalah identifikasi yang digunakan untuk menunujukan kumpulan beberapa

cell. Dalam sebuah PLMN yang sama, tidak boleh digunakan 1 LAC yang sama untuk 2 group cell yang berbeda.Sebuah LAC dapat digunakan dalam 2 (atau lebih) BSC yang berbeda, asalkan masih dalam 1 MSC yang sama. Informasi lokasi LAC terakhir dimana sebuah MS berada akan disimpan di VLR dan akan

diupdate apabila MS tersebut bergerak dan memasuki area dengan LAC yang berbeda.

· CI (Cell Identity) : adalah identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah PLMN, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau lebih) cell yang berbeda, asalkan dalam LAC yang berbeda.

d.   Base Station Identity Code (BSIC), membedakan BTS-BTS berdekatan yang mempunyai   BCCH dan ARFC yang sama.


 Sedangkan untuk kulitas jaringan GSM, memiliki parameter diantaranya sebagai berikut :


a)   RxLev (Reception Level)

     level daya yang diterima oleh MS (Mobile Station) dalam satuan –dBm dimana semakil kecil nilai –dBm-nya maka semakin lemah level daya yang terima.

b)   RxQual (Reception Quality)

Tingkat kualitas sinyal yang diterima MS dengan rentang nilai 0 sampai 7 dimana semakin besar nilai RxQual maka semakin buruk kualitas sinyalnya.

c)   Speech Quality Indicator (SQI)

Tingkat kualitas suara pada saat menelepon yang memiliki rentang nilai antara -20 sampai dengan 30 dimana semakin besar nilai SQI semakin baik.

d)  Call Setup Success Ratio (CSSR)

Standarisasi prosentase tingkat keberhasilan panggilan oleh ketersediaan kanal suara yang sudah dialokasikan untuk mengetahui kesuksesan panggilan tersebut, maka ditandai dengan tone saat terkoneksi dengan ponsel lawan bicara. Standard CSSR ditentukan dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor : 12/Per/M.Kominfo/04/ 2008 bahwa prosentase CSSR harus ≥ 90% .

e)   Call Completion Success Ratio (CCSR)

Prosentase tingkat keberhasilan hubungan sampai berakhir tanpa terjadi drop call. biasanya dari operator ditentukan nilai standarnya agar mencapai > 98%.

f)    Drop Call Ratio (DCR)

Dropped Call Ratio adalah prosentase banyaknya panggilan yang jatuh atau putus setelah kanal pembicaraan digunakan. Dropped call dapat disebabkan beberapa hal, antara lain:

·         Rugi-rugi frekuensi radio

·         Co-Channel interferensi dan Adjacent interferensi

·         Kegagalan proses handover

Standard DCR ditentukan dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor : 12/ Per/M.Kominfo/04/ 2008 bahwa prosentase DCR harus ≤ 5%.

g)   Blocked Call Ratio (BCR)

Prosentase kepadatan panggilan yang disebabkan karena keterbatasan kanal

h)   Call Setup Time (CST)

Waktu yang diperlukan untuk melakukan panggilan dalam satuan detik (s).


Drive Test 3G (WCDMA/UMTS)

Sama halnya pada GSM, parameter untuk drive test 3G juga dikelompokkan menjadi dua yaitu parameter untuk verifikasi data BTS dan parameter untuk verifikasi kualitas jaringan. Paramater untuk verifikasi data BTS, antara lain :

a.  Cell ID,merupakan nomor unik yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap BTS atau sektor dari BTS dalam kode area Lokasi (LAC). Pada umumnya digit terakhir dari Cell ID merupakan Sektor ID sel. Nilai 0 digunakan untuk antenaOmnidirectional. Nilai 1,2,3 digunakan untuk mengidentifikasi sektor antena trisector atau bisektris. Misalnya sektor 1 BTS maka digit terakhir cell id-nya 1, dan seterusnya.

b. Universal Absolute Radio Frequency Channel Number (UARFCN),merupakan nomor kanal yang mewakili carrier UMTS sebesar 5 MHz. Nomor kanal UARFCN dihitung sesuai dengan frekuensi yang digunakan dikalikan 5. Misalnya jika frekuensi 2132,8 MHz maka UARFCN = 2132,8 MHz* 5 = 10.664.

c. Scrambling Code (SC),merupakan kode yang membedakan antar sektor BTS atau sel digunakan untuk membedakan user yang satu dengan yang lainnya.


Sedangkan parameter kualitas jaringan pada WCDMA, antara lain :


a.    RSCP (Receive Signal Code Power)

Tingkat kekuatan sinyal di jaringan 3G yang diterima ponsel sama halnya dengan RxLev pada GSM dengan satuan -dBm.

b.   Ec/No (Energy Carrier per Noise)

Perbandingan (ratio) antara kekuatan sinyal (signal strength) dengan kekuatan derau (noise level) atau SNR (Signal/Noise Ratio) yang dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi. .Fungsinya sama dengan RxQual di jaringan 2G.

c.    CSSR (Call Setup Success Ratio)

d.   CCSR (Call Completion Success Ratio)

e.    DCR (Drop Call Ratio)

f.    BCR (Blocked Call Ratio)

Untuk CSSR, CCSR, DCR, BCR dalam parameter kualitas jaringan 3G sama dengan parameter kualitas jaringan 2G/GSM.


  4.Handover

Handover adalah suatu cara dimana memungkinkan user pindah pelayanan dari suatu sektor ke sektor lain baik dalam satu BTS maupun antar BTS tanpa adanya pemutusan hubungan dan terjadi pemindahan frekuensi/kanal secara otomatis yang dilakukan oleh sistem. Tujuan dari handover adalah untuk menjaga kualitas panggilan, menjaga hubungan antara MS dan BTS dalam proses perpindahan layanan, melakukan pergantian kanal jika terjadi gangguan interferensi yang besar, dan untuk memperjelas batas antar daerah pelayanan MS.

Proses handover dipengaruhi oleh faktor level daya sinyal terima, kualitas sinyal terima, power budenganet sel tetangga dan jarak antara MS dan BTS (Timing Advanced) yang masing-masing mempunyai nilai ambang batas sehingga ketika nilai ambang batas tersebut sudah dilewati handover harus dilakukan untuk menjaga suatu panggilan agar tidak terputus. Proses handover tidak selalu berjalan lancar, walaupun nilai ambang batas sudah dilewati namun tetap tidak mau melakukan handover. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor sehingga menyebabkan kegagalan handover (failure). Kegagalan handover belum tentu menyebabkan suatu panggilan terputus, bisa juga mengakibatkan kualitas suara yang diterima menjadi jelek. Panggilan terputus atau drop call merupakan akibat yang paling buruk jika handover tidak dapat dilakukan sehingga akan mengurangi kualitas jaringannya.

Pengambilan keputusan dari handover ditentukan oleh jenis handover-nya. Pada teknologi 2G/GSM dan 3G/UMTS memiliki perbedaan dalam jenis handover yang digunakan yaitu :

a)      Hard Handover

Hard handoff adalah suatu metode dimana kanal pada sel sumber dilepaskan dan setelah itu baru menyambung dengan sel tujuan. Sehingga koneksi dengan sel sumber terputus sebelum menyambung dengan sel target – untuk alasan tersebut hard handoff juga dikenal dengan sebutan “break-before-make”. Hard handoff dimaksudkan untuk meminimalkan gangguan panggilan secara instan. Suatu hard handoff dilakukan oleh jaringan selama panggilan berlangsung. Jenis ini digunakan dalam teknologi 2G/GSM.


b)      Soft Handover

Soft handoff adalah suatu metode dimana kanal pada sel sumber tetap tersambung dengan user sementara secara paralel juga menghubungi kanal pada sel target. Pada kasus ini, sambungan ke target harus berhasil dahulu sebelum memutus sambungan dengan sel sumber, karena itulah soft handoff juga disebut “make-before-break”. Interval selama terjadinya dua sambungan dilakukan secara paralel bisa saja singkat maupun substansial (tergantung kondisi yang memungkinkan). Karena alasan inilah soft handoff dapat dilakukan dengan koneksi lebih dari satu sel, misalnya koneksi dengan tiga sel, empat atau lebih, semua dapat dilakukan oleh telepon dalam satu waktu. Ketika panggilan dalam keadaan soft handoff, sinyal yang terbaik dari semua penggunaan kanal dapat dimanfaatkan untuk panggilan pada saat itu atau semua sinyal dikombinasikan agar dapat menghasilkan duplikat sinyal yang lebih baik. Kemudian yang lebih menguntungkan adalah, ketika kedua performa dikombinasikan pada downlink (forward link) dan uplink (reverse link) maka handoff tersebut menjadi lebih halus (softer). Softer handoff dapat dilakukan apabila sel yang mengalami handoff berada dalam satu situs sel. Jenis Handover ini digunakan dalam teknologi 3G/UMTS.